Transfer Terburuk Inter Milan Sepanjang Masa
10. Caio
Dua tahun sebelum mendatangkan sang fenomenal Ronaldo, Massimo Moratti pernah merekrut pemain depan asal Brazil lain dan dengan biaya yang tinggi untuk, yaitu senilai $ 8.000.000 untuk menandatangkan Caio dari Sao Paulo. Biaya transfer itu menjadi rekor dunia untuk seorang remaja. Sebelum membela Inter, Caio tampil impresif bersama Sao Paolo untuk pada usianya yang begitu muda, ia bermain 31 kali dan mencetak 14 gol sehingga Moratti tak sungkan merogok koceknya.
Pada usia 19, ia tampak memiliki masa depan yang brilian tapi selanjutnya tidak demikian. Teknik dan penerapan taktik sangat buruk dan dengan jumlah 26 kali tampil di Serie A bersama Nerazzurri dan Napoli, ia gagal mencetak sebiji gol.
9. Francesco Coco
€22,5 juta + Clerence Seedorf adalah harga yang harus dibayar Inter untuk menebus Coco dari saudara tuanya, Milan. Inter menebusnya karena ingin memiliki "Maldini" baru untuk timnya sebab Coco dinilai memiliki visi bermain yang mirip seperti Maldini. Sayangnya, tidak semua harapan harus terpenuhi, Coco lebih sering bertemu dokter daripada menginjakkan kaki di lapangan, sedangkan Seedorf menjadi pemain inti dan berhasil membawa tim juara di berbagai kompetisi. Ia terhitung hanya bermain sebanyak 26 kali bersama dengan Biru-Hitam.
8. Amantino Mancini
Membuat banyak klub terpesona dengan penampilan apiknya bersama AS Roma, ia membuat kubu Biru-Hitam harus membayar € 13.000.000 pada tahun 2008 sebagai biaya jasanya tapi itu terbukti sia-sia. Kepindahannya ke Inter merupakan sebuah kehancuran bagi karirnya.
Ia bermain 26 pertandingan dalam dua musim sebelum ia dipinjamkan ke Milan. Setelah habis masa peminjamannya, ia kembali ke Inter namun dengan buruknya konsistensi maka Inter kehilangan kepercayaan pada dirinya. Pada akhir musim 2010/11, ia dengan cepat dikirim kembali ke Atletico Mineiro, Brazil
7. Vampeta
Vampeta dalam dua tahun menjadi headline. Pertama,ia merupakan pemain sepak bola Brasil pertama yang berpose telanjang untuk majalah gay G pada tahun 1999 dan setahun kemudian ia kembali menjadi topik utama pada halaman olahraga ketika bergabung dengan Inter dengan biaya 30 miliar Lira (€ 10.000.000)
Namun, ia turun ke lapangan hanya sekali ketika melawan Reggina. Kegagalannya bersama Inter diduga akibat beralihnya tampuk kepelatihan dari Lippi ke Tardelli. Tardelli sendiri ialah sosok pelatih yang kurang mempercayai pemain muda layaknya Andrea Pirlo yang juga hengkang ke klub tetangga.
6. Diego Forlan
Setelah Samuel Eto'o minggat ke Rusia, Il Biscione mencari pengganti yang kurang lebih sekelas dengan Eto'o. Mantan pemenang Golden Boot Eropa, Diego Forlan lantas dipilih dan dengan segera menandatangani kontrak dua tahun bersama Inter Milan
Namun, ia tampak lebih seperti Forlan yang gagal di Manchester United daripada orang yang menjadi bintang di Spanyol dan setelah hanya dua gol dalam 18 pertandingan, kontraknya diputus pada musim panas 2012. Selain masalah konsistensi yang buruk, Forlan kerap bersiteru dengan pelatih-pelatih Inter yang pada saat itu sering berganti-ganti.
5. Robbie Keane
Pada musim panas tahun 2000, Massimo Moratti berhasil mengamankan penyerang muda berbakat asal Irlandia ke Italia dengan harga 10 miliar Lira (€ 13.000.000) dan ia mulai telihat menjanjikan dengan mencetak gol di Supercoppa dan Coppa Italia.
Namun, ia secara bertahap memudar setelah hanya bermain 14 kali dan mencetak tiga gol. Keane dijual ke Leeds United pada tahun 2001, tetapi sebagai seorang penyerang, perlu dicatat bahwa ia adalah sukses besar ketika kembali ke sepakbola Inggris.
4. Dennis Bergkamp
Salah satu bakat terbesar sepak bola, tetap menjadi misteri mengapa hal-hal tidak berjalan dengan baik bagi pemain asal Belanda di Italia. Ia bermasalah dengan cedera dan juga beberapa kali dikatakan sebagai pribadi yang sombong oleh fans maupun oleh media olahraga di Italia.
Ia bermain sebanyak 52 kali dengan 11 gol selama dua musim. Pada tahun 1995, Bergkamp pindah ke Arsenal dan menjadi pahlawan bagi timnya hingga pensiun.
3. Fabian Carini
Salah satu transfer teraneh sepanjang sejarah Inter bisa jadi Carini. Bagaimana bisa Inter menukar seorang Cannavaro dengan kiper asal Uruguay, Fabian Carini. Banyak pengamat sepakbola mengira transfer Carini-Cannavaro yang ditambah dengan €10.000.000 merupakan kekonyolan.
Setelah tampil mengesankan bersama tim nasional di Copa America 2003, ia langsung memikat Inter yang lalu mengambil langkah "aneh" mengingat dalam skuadnya saat itu masih ada nama 2 kiper tangguh, yaitu Francesco Toldo dan Alberto Fontana. Sayang bagi Inter, Cannavaro tampil garang bersama Juventus sedangkan Carini hanya menjadi pilihan ketiga dan hanya 4 kali menginjak rumput stadion selama 3 tahun berada di Inter.
2. Ricardo Quaresma
Ia tiba dengan segudang pujian bahkan Quaresma dijuluki sebagai Cristiano Ronaldo baru di Portugal. Ia didatangkan berbarengan dengan Amantino Mancini. Mourinho berencana menjadikan duet maut Quaresma-Mancini, tetapi sayang hanya sebatas impian.
Harga €24,6 juta untuk menebus sang pemain sangat jauh dari penampilannya bersama tim. Ia dinilai sebagai pemain yang tidak disiplin dan tidak konsisten. Lantas pada tahun 2008, Quaresma diberikan Bidone d'oro, sebuah penghargaan sebagai pemain terburuk serie A.
Ia hanya bermain sebanyak 24 kali dengan sekali menjebol gawang lawang.
1. Darko Pancev
Seorang pemenang Golden Boot bersama Red Star, ia datang ke Italia pada usia 27 tahun dengan julukan 'Cobra' tetapi sama sekali tidak memiliki karakteristik yang harapkan dari seorang striker dengan julukan tersebut.
Pancev dibeli dengan harga yang pada saat itu tergolong tinggi, € 7.000.000. Pancev dinilai sebagai penyerang yang tidak mau bergerak, tidak akurat di depan gawang dan kurang percaya diri, ia hanya bermain 19 pertandingan dengan koleksi 3 gol.
Dua tahun sebelum mendatangkan sang fenomenal Ronaldo, Massimo Moratti pernah merekrut pemain depan asal Brazil lain dan dengan biaya yang tinggi untuk, yaitu senilai $ 8.000.000 untuk menandatangkan Caio dari Sao Paulo. Biaya transfer itu menjadi rekor dunia untuk seorang remaja. Sebelum membela Inter, Caio tampil impresif bersama Sao Paolo untuk pada usianya yang begitu muda, ia bermain 31 kali dan mencetak 14 gol sehingga Moratti tak sungkan merogok koceknya.
Pada usia 19, ia tampak memiliki masa depan yang brilian tapi selanjutnya tidak demikian. Teknik dan penerapan taktik sangat buruk dan dengan jumlah 26 kali tampil di Serie A bersama Nerazzurri dan Napoli, ia gagal mencetak sebiji gol.
9. Francesco Coco
€22,5 juta + Clerence Seedorf adalah harga yang harus dibayar Inter untuk menebus Coco dari saudara tuanya, Milan. Inter menebusnya karena ingin memiliki "Maldini" baru untuk timnya sebab Coco dinilai memiliki visi bermain yang mirip seperti Maldini. Sayangnya, tidak semua harapan harus terpenuhi, Coco lebih sering bertemu dokter daripada menginjakkan kaki di lapangan, sedangkan Seedorf menjadi pemain inti dan berhasil membawa tim juara di berbagai kompetisi. Ia terhitung hanya bermain sebanyak 26 kali bersama dengan Biru-Hitam.
8. Amantino Mancini
Membuat banyak klub terpesona dengan penampilan apiknya bersama AS Roma, ia membuat kubu Biru-Hitam harus membayar € 13.000.000 pada tahun 2008 sebagai biaya jasanya tapi itu terbukti sia-sia. Kepindahannya ke Inter merupakan sebuah kehancuran bagi karirnya.
Ia bermain 26 pertandingan dalam dua musim sebelum ia dipinjamkan ke Milan. Setelah habis masa peminjamannya, ia kembali ke Inter namun dengan buruknya konsistensi maka Inter kehilangan kepercayaan pada dirinya. Pada akhir musim 2010/11, ia dengan cepat dikirim kembali ke Atletico Mineiro, Brazil
7. Vampeta
Vampeta dalam dua tahun menjadi headline. Pertama,ia merupakan pemain sepak bola Brasil pertama yang berpose telanjang untuk majalah gay G pada tahun 1999 dan setahun kemudian ia kembali menjadi topik utama pada halaman olahraga ketika bergabung dengan Inter dengan biaya 30 miliar Lira (€ 10.000.000)
Namun, ia turun ke lapangan hanya sekali ketika melawan Reggina. Kegagalannya bersama Inter diduga akibat beralihnya tampuk kepelatihan dari Lippi ke Tardelli. Tardelli sendiri ialah sosok pelatih yang kurang mempercayai pemain muda layaknya Andrea Pirlo yang juga hengkang ke klub tetangga.
6. Diego Forlan
Setelah Samuel Eto'o minggat ke Rusia, Il Biscione mencari pengganti yang kurang lebih sekelas dengan Eto'o. Mantan pemenang Golden Boot Eropa, Diego Forlan lantas dipilih dan dengan segera menandatangani kontrak dua tahun bersama Inter Milan
Namun, ia tampak lebih seperti Forlan yang gagal di Manchester United daripada orang yang menjadi bintang di Spanyol dan setelah hanya dua gol dalam 18 pertandingan, kontraknya diputus pada musim panas 2012. Selain masalah konsistensi yang buruk, Forlan kerap bersiteru dengan pelatih-pelatih Inter yang pada saat itu sering berganti-ganti.
5. Robbie Keane
Pada musim panas tahun 2000, Massimo Moratti berhasil mengamankan penyerang muda berbakat asal Irlandia ke Italia dengan harga 10 miliar Lira (€ 13.000.000) dan ia mulai telihat menjanjikan dengan mencetak gol di Supercoppa dan Coppa Italia.
Namun, ia secara bertahap memudar setelah hanya bermain 14 kali dan mencetak tiga gol. Keane dijual ke Leeds United pada tahun 2001, tetapi sebagai seorang penyerang, perlu dicatat bahwa ia adalah sukses besar ketika kembali ke sepakbola Inggris.
4. Dennis Bergkamp
Salah satu bakat terbesar sepak bola, tetap menjadi misteri mengapa hal-hal tidak berjalan dengan baik bagi pemain asal Belanda di Italia. Ia bermasalah dengan cedera dan juga beberapa kali dikatakan sebagai pribadi yang sombong oleh fans maupun oleh media olahraga di Italia.
Ia bermain sebanyak 52 kali dengan 11 gol selama dua musim. Pada tahun 1995, Bergkamp pindah ke Arsenal dan menjadi pahlawan bagi timnya hingga pensiun.
3. Fabian Carini
Salah satu transfer teraneh sepanjang sejarah Inter bisa jadi Carini. Bagaimana bisa Inter menukar seorang Cannavaro dengan kiper asal Uruguay, Fabian Carini. Banyak pengamat sepakbola mengira transfer Carini-Cannavaro yang ditambah dengan €10.000.000 merupakan kekonyolan.
Setelah tampil mengesankan bersama tim nasional di Copa America 2003, ia langsung memikat Inter yang lalu mengambil langkah "aneh" mengingat dalam skuadnya saat itu masih ada nama 2 kiper tangguh, yaitu Francesco Toldo dan Alberto Fontana. Sayang bagi Inter, Cannavaro tampil garang bersama Juventus sedangkan Carini hanya menjadi pilihan ketiga dan hanya 4 kali menginjak rumput stadion selama 3 tahun berada di Inter.
2. Ricardo Quaresma
Ia tiba dengan segudang pujian bahkan Quaresma dijuluki sebagai Cristiano Ronaldo baru di Portugal. Ia didatangkan berbarengan dengan Amantino Mancini. Mourinho berencana menjadikan duet maut Quaresma-Mancini, tetapi sayang hanya sebatas impian.
Harga €24,6 juta untuk menebus sang pemain sangat jauh dari penampilannya bersama tim. Ia dinilai sebagai pemain yang tidak disiplin dan tidak konsisten. Lantas pada tahun 2008, Quaresma diberikan Bidone d'oro, sebuah penghargaan sebagai pemain terburuk serie A.
Ia hanya bermain sebanyak 24 kali dengan sekali menjebol gawang lawang.
1. Darko Pancev
Seorang pemenang Golden Boot bersama Red Star, ia datang ke Italia pada usia 27 tahun dengan julukan 'Cobra' tetapi sama sekali tidak memiliki karakteristik yang harapkan dari seorang striker dengan julukan tersebut.
Pancev dibeli dengan harga yang pada saat itu tergolong tinggi, € 7.000.000. Pancev dinilai sebagai penyerang yang tidak mau bergerak, tidak akurat di depan gawang dan kurang percaya diri, ia hanya bermain 19 pertandingan dengan koleksi 3 gol.









Comments
Post a Comment